Pemerintah Dorong Perkembangan UMKM Indonesia Agar Banyak Yang Terlibat Dalam Rantai Pasok Industri

Berita Terkini –Seperti yang kita tahu, saat ini negara Indonesia diakui sebagai negara berkembang.

Banyak negara berkembang yang berlomba-lomba agar menjadi negara maju, salah satunya yaitu negara Indonesia.

Sebagai informasi bahwa negara maju adalah negara yang berhasil mencapai target pembangunannya. Sementara itu, negara berkembang adalah negara yang tingkat kesejahteraan penduduknya masih dalam taraf menengah atau sedang berkembang.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah Indonesia sedang melakukan upaya agar Indonesia dapat menjadi negara yang maju.

Terdapat sejumlah hal yang harus dilakukan untuk menjadi negara maju, salah satunya yaitu dengan meningkatkan ekonomi nasional, mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan membuka lapangan pekerjaan yang luas .

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, sampai saat ini masih sedikit UMKM yang terlibat dalam rantai produk industri.

Diketahui, rantai produk industri merupakan serangkaian proses bisnis yang menghubungkan beberapa aktor untuk peningkatan nilai tambah bahan baku/produk dan mendistribusikannya kepada konsumen.

Teten Masduki mengaku bahwa UMKM yang masuk kedalam rantai produk industri maka akan mempunyai beberapa keuntungan pada dagangannya.

“Penting untuk UMKM masuk ke rantai pasokan industri. Kenapa penting? Ini juga akan membantu para UMKM 2 hal. Satu untuk akses pembiayaan, kalau ada kepastian produknya dibeli, jasanya diapakai, ini bank atau modal ventura atau lainnya akan semakin yakin tidak ragu untuk berikan pinjaman,” ujar Teten Masduki.

Teten Masduki menjelaskan, banyak UMKM yang tidak berkembang karena tidak terlibat dalam rantai produk industri.

“Sayangnya UMKM yang masuk rantai pasok industri itu masih kecil, kalau enggak salah angkanya 7 persen, kalah dengan Vietnam yang sudah 24 persen,” ujar Teten Masduki.

 

Tingkatkan Produk UMKM

Kendala & Strategi Mengoptimalkan Potensi Bisnis UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, UMKM yang terlibat kedalam rantai produk industri maka UMKM tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas produknya, dan mengeluarkan produk yang unggul dibandingkan pesaingnya.

“Karena itu, para buyer, offtaker yang dalam bagian rantai pasok bisa membantu UMKM kita untuk meningkatkan standardisasi produknya dan bimbinga merek, Kemenkop UKM juga akan melakukan pendampingan,” ujar Teten Masduki.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Ini yang harus kita lakukan,” sambungnya.

 

Himbara Harus Proaktif

Berita dan Informasi Teten masduki Terkini dan Terbaru Hari ini - detikcom

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) harus proaktif dan tidak bertele-tele untuk memberikan pinjaman untuk UMKM.

Teten Masduki juga mengaku bahwa saat ini masih banyak UMKM yang melaporkan bahwa susah mendapatkan pinjaman dari bank.

“Himbara harus proaktif memberikan bantuan pembiayaan. Tapi jangan lagi dengan pendekatan agunan. Cara ini sudah tidak lagi dipakai di luar negeri. Mereka sudah menggunakan skema credit scoring untuk menilai UMKM layak atau tidak untuk mendapatkan pembiayaan. UMKM itu tidak punya aset, tapi pinjam uang ke bank harus punya agunan,” ujar Teten Masduki.

 

Terhambat Perbankan

Foto : Menkop Teten Masduki Jadi Menteri Paling "Miskin", Ini Perinciannya

Teten Masduki mengatakan, banyak UMKM yang memilih untuk tidak melakukan pinjaman ke bank karena di bank dipatok 30 persen.

“Pada 2024 kredit perbankan dipatok 30 persen. Ini sulit tercapai karena harus ada perubahan besar. Saya sampaikan ini terus-menerus supaya ada perubahan, karena kalau seperti ini terus hanya sedikit (UMKM) yang naik kelas. Naik kelas itu butuh modal kerja untuk mengembangkan usahanya, kalau hanya mengandalkan modal sendiri itu sulit,” ujar Teten Masduki.

Teten Masduki mengaku bahwa banyak UMKM yang memilih untuk menggunakan uang pribadi atau meminjam kepada rentenir.

Diketahui, rentenir merupakan orang yang meminjamkan uang kepada siapa saja dan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman.

“Mau bagaimanapun tak sedikit UMKM yang selama ini menggunakan uang secara mandiri karena sulit pinjam ke bank,” tutup Teten Masduki.

COMMENTS

Comments are closed.